Seorang bapak
berusaha membantu anaknya untuk melepas celana dalam yang dipakai. Di bagian belakang, seorang petugas menyiapkan alat kerjanya untuk memotong bagian ujung kemaluan anak yang setengah telentang itu.
Ada kasih sayang yang berikan, pelayanan terhadap warga, sekaligus kepatuhan terhadap keyakinan yang dianut. Khitan atau sunat, menjadi tradisi yang dilakukan pengikut Muhammad SAW. Anak lelaki disarankan untuk berkhitan. Memotong bagian ujung dari alat vitalnya.
Ritual keagaaman, pada titik tertentu memang menuntut keikhlasan serta sikap tunduk pada apa yang diajarkan. Iman membutuhkan bukti nyata dari perbuatan yang dapat kita kerjakan. Khitan bagian kecil dari itu, sebelum ada tahapan-tahapan lain yang menuntut rasa ikhlas yang lebih besar lagi.
Pada sisi yang lain, dibalik kepatuhan itu, ada sebuah jalan yang membawa ke kebaikkan. Bukan di hari akhir, kita tak perlu lama menunggu, kebaikkan itu datang sekaligus, di dunia ini. Pada ritual khittan, sesungguhnya adalah membuang sumber penyakit yang kasat mata menempel di bagian tubuh manusia. Ujung alat vital lelaki, berdasar kajian ilmu kesehatan, adalah sumber penyakita. Sangat rawan ketika manusia tak membersihkan dengan benar bagian ujung alat vitalnya itu. Ritual puasa, menahan haus dan lapar, tetapi sesungguhnya memberikan jeda yang teramat bermanfaat bagi kesehatan. Mengistirahatkan sementara, fungsi alat-alat pencernaan manusia.
Maka, dalam ritual keagamaan, sesungguhnya bukan hanya sebatas hubungan Tuhan dengan hamba Nya. Tetapi, adalah hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan sesamanya.
